Pemecahan Masalah Lapisan Network LAN
Sistem
Operasi Router
Router OS adalah sistem operasi dan
perangkat lunak yang dapat digunakan sebagai router network yang handal,
mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan. Sistem
operasi router sama dengan sistem operasi pada umumnya, bisa di install di satu
komputer untuk kebutuhan jaringan dan ada juga yang sudah melekat pada hardware
router.
Sistem operasi umum seperti windows XP
atau windows 7 dapat pula di fungsikan sebagai sistem operasi router tetapi
hanya terbatas pada fitur Sharing internet atau yang biasa disebut dengan
istilah
Gatewayserver. Sistem operasi router
yang baik harus memiliki fitur-fitur :
• Gateway, Sebuah fitur di router untuk
menghubungkan jaringan
yang berbeda
• Proxy, penyimpanan web cache, redirect
URL, dan lain-lain
• Firewall, Pengamanan pada jaringan
komputer
• VPN, Jalur khusus yang dibentuk dalam
jaringan publik
. Routing, fitur untuk meneruskan paket
ke jaringan lain.
• Monitoring, Memonitor semua aktifitas
yang melalui jaringan.
• Bandwidth management, dll. (Huri, 2015)
Protocol
Lapisan Network Dalam OSI Layer
Network layer berfungsi untuk
pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana
caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat
didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke” network. Route juga dapat
ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal. Terakhir, route
dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu,
route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu. Bila pada
saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka
ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini
dapat menyebabkan terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu
juga merupakan tugas network layer.
Karena operator subnet mengharap bayaran yang baik atas tugas pekerjaannya.
seringkali terdapat beberapa fungsi accounting yang dibuat pada network layer.
Untuk membuat informasi tagihan, setidaknya software mesti menghitung jumlah
paket atau karakter atau bit yang dikirimkan oleh setiap pelanggannya.
Accounting menjadi lebih rumit, bilamana sebuah paket melintasi batas negara
yang memiliki tarip yang berbeda.
Perpindahan paket dari satu jaringan
ke jaringan lainnya juga dapat menimbulkan masalah yang tidak sedikit. Cara
pengalamatan yang digunakan oleh sebuah jaringan dapat berbeda dengan cara yang
dipakai oleh jaringan lainnya. Suatu jaringan mungkin tidak dapat menerima
paket sama sekali karena ukuran paket yang terlalu besar. Protokolnyapun bisa
berbeda pula, demikian juga dengan yang lainnya. Network layer telah mendapat
tugas untuk mengatasi semua masalah seperti ini, sehingga memungkinkan
jaringan-jaringan yang berbeda untuk saling terinterkoneksi. (gunardi, 2012)
Cara
Kerja Bridge,NAT Dan Router
·
Cara kerja Router adalah menyaring
proses data dan membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya proses
yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa berjalan dari satu segmen ke
segmen lainnya. Setiap proses pengiriman data harus menggunakan IP address.
Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer sehingga
tidak dapat digunakan sembarangan.
·
NAT adalah sebuah metode untuk
menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet menggunakan satu IP
Public. Dengan demikian keterbatasan ketersediaan IP Address untuk pengguna
komputer dapat diatasi. Dengan NAT, satu IP Public tersebut mewakili IP Address
komputer dalam jaringan tersebut. Sesuai dengan namanya, Network Address
Translation menerjemahkan atau mengubah IP address pada jaringan privat menjadi
IP Public untuk terhubung dengan jaringan internet. NAT biasanya dipasang pada
router, untuk menggabungkan dua jaringan berbeda menjadi satu kemudian
menerjemahkan IP Address dari jaringan itu ke IP Public yang memiliki hak legal
untuk mengakses jaringan internet.
·
Cara kerja Bridge yaitu memetakan
alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan
dan memperbolehkan lalu lintas data yang diperlukan untuk melintasi
bridge. Bridge bekerja pada lapisan physical layer dan data link layer. (zairani, 2015)
Format
dan Operasi dari ICMP
ICMP
(Internet Control Message Protocol)
adalah protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi
lain yang memerlukan perhatian khusus. Pesan
/ paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer atasnya
(TCP/UDP). Pada konsisi normal, protokol IP berjalan dengan
baik. Namun ada beberapa kondisi dimana koneksi IP terganggu,
misalnya karena Router crash, putusnya kabel, atau matinya host tujuan. Pada
saat ini ICMP membantu
menstabilkan kondisi jaringan, dengan memberikan pesan-pesan
tertentu sebagai respons atas kondisi tertentu yang terjadi pada jaringan tersebut.
contoh : hubungan antar router A dan B mengalami masalah, maka router A secara otomatis akan mengirimkan paket ICMP Destination Unreachable ke host pengirim paket yang berusaha melewati host B menuju tujuannya. Dengan adanya pemberitahuan ini maka host tujuan tidak akan terus menerus berusaha mengirimkan paketnya melewati router B.
Ada dua tipe pesan yang dapat dihasilkan ICMP :
contoh : hubungan antar router A dan B mengalami masalah, maka router A secara otomatis akan mengirimkan paket ICMP Destination Unreachable ke host pengirim paket yang berusaha melewati host B menuju tujuannya. Dengan adanya pemberitahuan ini maka host tujuan tidak akan terus menerus berusaha mengirimkan paketnya melewati router B.
Ada dua tipe pesan yang dapat dihasilkan ICMP :
- ICMP Error Message (dihasilkan jika terjadi kesalahan jaringan)
- ICMP Query Message (dihasilkan jika pengirim paket mengirimkan informasi tertentu yang berkaitan dengan kondisi jaringan. (Setiawan, 2011)
Menggunakan
Tracerouter
- Klik Start –> Run
- Setelah muncul pop up lalu anda tinggal ketikkan –> CMD
- Lalu munculah gambar seperti di bawah ini , kemudian anda tinggal ketikkan –> tracert (spasi) namadomainanda
Dengan
traceroute, kita dapat menganalisis informasi mengenai lokasi router, tipe dan
kapasitas interface, tipe dan fungsi router, serta batas-batas network yang
dilalui, berdasarkan DNS interface yang dilalui. Untuk lebih memperjelas,
berikut ini adalah contoh hasil traceroute ke rumahweb.com
Hal diatas menunjukkan bahwa koneksi yang di
gunakan cukup stabil karena anda bisa melihat Hops (loncatan) atau perpindahan
data yang terjadi tidak terlalu jauh, Hops ini terlihat pada urutan angka 1,2,3
dan seterusnya. Untuk waktu dalam satuan ms (millisecond) sama seperti halnya
Hops, semakin kecil waktu perpindahan data ,maka akan semakin baik /cepat
anda mengakses situs yang anda traceroute tadi.
Namun
jika anda melihat pada hasil tracert ada tanda * atau pesan request
timed out pada hasil tracert anda, maka disitulah masalah yang ada pada
koneksi internet anda. Solusinya anda bisa menanyakan kepada pihak ISP
(penyedia jasa internet) atau bisa didiskusikan dengan admin jaringan komputer
anda barangkali ada gangguan atau hal lainnya. (QWORD, 2010)
Daftar Pustaka
gunardi. (2012, februari 23). Network Layer.
Retrieved august 24, 2016, from Network Layer:
http://gunardisoft.blogspot.co.id/2012/02/network-layer_13.html
Huri, A. R. (2015). Pengertian Dan Fitur - Fitur
Sistem Operasi Router. Retrieved august 24, 2016, from HURIFILE:
http://hurifile.blogspot.co.id/2014/08/pengertian-dan-fitur-fitur-sistem.html
QWORD. (2010, april 17). Cara Melakukan
traceroute. Retrieved august 24, 2016, from qword.com:
https://kb.qwords.com/2010/04/cara-melakukan-traceroute/
Setiawan, A. (2011, january 7). transiskom.
Retrieved august 24, 2016, from Pengertian ICMP (Internet Control Message
Protocol):
http://www.transiskom.com/2011/03/pengertian-icmp-internet-control.html
zairani, w. (2015, april 6). FUNGSI DAN CARA
KERJA HUB, SWITCH, BRIDGE DAN ROUTER. Retrieved august 24, 2016, from
JARINGAN KOMPUTER:
https://windaprofile.wordpress.com/2015/04/06/fungsi-dan-cara-kerja-hub-switch-bridge-dan-router/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar